Tujuan :
1.Dapat mengetahui vlan
2.Dapat Mengkofigurasi Vlan di CISCO PACKET TRACER
Konsep Dasar :
Virtual Local Area Network (VLAN) adalah metode untuk menciptakan jaringan-jaringan yang secara logika tersusun sendiri-sendiri. VLAN sendiri berada dalam jaringan Local Area Network (LAN), sehingga dalam jaringan (LAN) bisa terdapat satu atau lebihVLAN.
Langkah Kerja :
Mengkonfigurasi 5 Vlan pada CISCO PACKET TRACER
1.Buat dulu topologi seperti gambar berikut pada aplikasi CISCO PACKET TRACER

Disini saya menggunakan :21 pc (5untuk pc guru,5untuk pc siswa,5untuk pc TU,3 untuk pc kantin,2untuk pc security,1 untuk meremote semua vlan),dan 1 switch.
2.Atur port PC yang akan dipasangkan dengan switch.Untuk PC guru dipasangkan pada fastEthernet 0/1-0/5,untuk PC siswa dipasangkan pada port fastEthernet 0/6-0/10,untuk PC TU dipasangkan pada port fastEthernet 0/11-0/15,untuk pc kantin dipasangkan pada port 0/16-0/18,dan untuk PC Security dipasangkan pada port fastEthernet 0/19-0/20.
3.Setelah semuanya terpasang kemudian setting ip address setiap PC kecuali PC yang digunakan untuk console,disni kalian bebas mengisi IP nya mau berapapun IP nya asalakan network id nya sama. disini saya menggunakan ip address 192.168.95.1 dengan network id nya 95.
Lihat pada gambar dibawah ini.

4.Setelah semua pc diberi IP address kemudian kita beri Nama Vlan untuk setiap PC GURU,SISWA,TU,KANTIN DAN SECURITY.
Untuk PC GURU kita berinama Vlan 10,PC Siswa Vlan 20,PC TU Vlan 30 ,PC KANTIN Vlan 40 dan PC SECURITY Vlan 50.
ntuk memberi nama VLAN itu sendiri yaitu dengan cara ketikkan perintah seperti berikut.
yusni>enable
yusni#configure terminal
yusni(config)#vlan 10
yusni(config-vlan)#name GURU
yusni(config-vlan)#exit
yusni#configure terminal
yusni(config)#vlan 20
yusni(config-vlan)#name SISWA
yusni(config-vlan)#exit
yusni(config)#
….
Lakukan perintah tersebut  sampai vlan 50

Untuk mengecek sudah berhasil atau belum diganti nama,kita bisa cek dengan cara : ketikan show vlan brief pada privilidge mode(yusni#) nanti akan keluar seperti gambar dibawah ini.

5.Kemudian kita masukkan/konfigurasi setiap PC kedalam VLAN yang sudah diatur. Untuk Fast Ethernet 0/1 -Fast Ethernet 0/5 ke VLAN 10, Fast Ethernet 0/6 – Fast Ethernet 0/10 ke VLAN 20,
Fast Ethernet 0/11 – Fast Ethernet 0/15 ke VLAN 30.Fast Ethernet 0/16 -Fast Ethernet 0/18 ke VLAN 40. Dan Fast Ethernet 0/19 – Fast Ethernet 0/20 ke VLAN 50. Untuk mengkonfigurasinya yaitu dengan cara ketikan perintah sebagai berikut.
Shukaku>enable
Shukaku#configure terminal
Shukaku(config)#interface fastethernet 0/1
Shukaku(config-if)#switchport access vlan 10
Shukaku(config-if)#exit
Shukaku#configure terminal
Shukaku(config)#interface fastethernet 0/2
Shukaku(config-if)#switchport access vlan 10
Shukaku(config-if)#exit
……
Lakukan perintah seperti di atas sampai fasethernet 0/20, dan sesuaikan dengan VLAN yang sudah diatur.

Untuk mengecek berhasil atau tidaknya ketikan : show vlan brief pada privilidge mode(yusni#) jika berhasil maka akan seperti gambar dibawah ini.

6.Akhirnya proses konfigurasi selesai,untuk mengecek berhasil atau tidaknya kita coba kirim data dari vlan siswa yaitu dari pc no 9 ke pc no 8,jika berhasil nanti aka nada notif succesfull pada real time,kemudian kita coba kirim data dari vlan kantin ke vlan guru,jika berhasil maka hasilnya akan failed karena stelah dikonfigurasi mengirim data dari vlan ke vlan yang berbeda maka akan gaga.
Lihat gambar dibawah ini.

KESIMPULAN

VLAN ( Virtual Local Area Network ) adalah fungsi logik dari sebuah switch. Fungsi logik ini mampu membagi jaringan LAN ke dalam beberapa jaringan virtual. Kegunaan dari vlan itu sendiri yaitu untuk mencegah collision domain (tabrakan domain), untuk mengurangi tingkat vulnerabilitas, dan untuk menimalisir kemungkinan terjadinya konflik IP yang terlalu banyak. Dalam terminologi VLAN , VLAN terbagi menjadi 5 yaitu :  VLAN Data, VLAN Default, Native VLAN, VLAN Management, dan VLAN Voice

DAFTAR PUSTAKA

http://muhamad-azhari.blogspot.co.id/2017/03/pengertian-vlan-dan-fungsinya-sebuah.html?m=1
https://santekno.blogspot.co.id/2013/08/pengertian-vlan-virtual-lan.html
Yus-yus16.ga

Mengkonfigurasi 5 VLAN Switch di Cisco Packet Tracer

Posted by : Wisnu Rafika 0 Comments
Tujuan :
1.Dapat mempelajari tentang cara konfigurasi pada swirch CISCO PACKET TRACER.
2.Mengetahui cara memberikan password pada perangkat switch CISCO PACKET TRACER.
Konsep Dasar :
Switch adalah perangkat jaringan komputer yang berfungsi sebagai konektor / penghubung .Pemberian password pada perangkat switch di CISCO PACKET TRACER,untuk memberi keamanan terhadap perangkat switch yang telah dikonfigurasi,agar tidak sembarang user dapat mengubah/mengganti konfigurasi pada switch.
Nah disini saya akan membahas bagaimana cara memberikan/mensetting  password dan mengganti host name pada perangkat switch di CISCO PACKET TRACER.
a.Cara Merubah hostname pada switch di CISCO PACKET TRACER
1.Buka aplikasi CISCO nya kemudian siapkan 1 komputer dan 1 switch

2.Sambungkan computer dengan Switch menggunakan kabel Console,


3.Kemudian klik RS 232 untuk computer dan console untuk switch

.4.Kemudian klik switch,setelah diklik nanti akan muncul tab baru ,kemudian klik CLI
5.Setelah itu kemudian klik ENTER,  kemudian ketik>enable>conf t>hostname yusni(yusni disini untuk menggantikan hostname sebelumnya)>exit.atau bisa lihat gambar dibawah ini.
b.Membuat  Password Console
Password yang di setting untuk proteksi User Mode nya (sebelum masuk priviledge mode ), agar  hanya orang yang mengetahui/memiliki password yang bisa mengakses switch melalui line console.
Caranya :
1.Klik switch>klik CLI>ENTER , lalu ketik :
Shukaku>enable
Shukaku#conf t
Shukaku(config)#username farras password perdana
Shukaku(config)#line console 0
Shukaku(config-line)#login local
Shukaku(config-line)#exit
Shukaku(config)#exit
Shukaku#exit
exit
jika berhasil maka ketika kita membuka switch kemudian membuka CLI setelah mengklik ENTER kita akan disuruh memasukan password terlebih dahulu
bisa lihat gambar dibawah ini

c. Password Priviledge
Password yang di setting sebelum masuk ke  Privileged Mode (switch#)/(yusni#)
Ada 2 cara untuk mensetting Password di Priviledge Mode dengan perintah:
– enable password : setting password tanpa enkripsi
– enable secret : setting password mengguakan enkripsi
Contoh
1.enable password
yusni>enable 
yusni#configure terminal
yusni(config)#enable password yusyus16
yusni(config)#exit
yusni#
exit


2.enable secret
yusni>enable
yusni#conf t
yusni(config)#enable secret mubarok16
yusni(config)#exit
exit
 
jika berhasil maka sebelum masuk ke privilidge mode kita akan disuruh memasukan password dulu.
PERHATIANNN!!jika kita sudah membuat enable secret maka yang enable password sudah tidak bisa digunakan lagi,jadi ketika kita masuk ke privilidge mode masukan password yang enable secret (mubarok16).

c.Password telnet
Password yang di setting buat proteksi User Mode nya via telnet session, sebenarnya sih sama kek password consol cuman bedanya klo telnet ngonsolnya di remote via jaringan bukan pake kabel langsung.
Contoh
Shukaku (config)#line vty 0 4
Shukaku(config-line)#password xitkj2
Shukaku(config-line)#login
Shukaku(config-line)#exit
Shukaku(config)#exit
Shukaku#
exit

Kesimpulan
Mensetting password pada switch di CISCO PACKET TRACER ini berguna untuk memberikan keamanan ,untuk menjaga konfigurasi switch kita tidak diacakacak lagi oleh user lain.

Daftar Pustaka
Settings Password di Router dan Switch Cisco
yus-yus16.ga

Mengkonfigurasi Keamanan Pada Switch di Cisco Packet Tracer

Posted by : Wisnu Rafika 0 Comments

Pengertian 7 OSI Layer


OSI (Open System Inter Connection) yang merupakan Kumpulan Layer-layer
yang tidak saling bergantungan namun saling berkaitan satu sama lainnya, maksud dari pernyataan tersebut adalah masing-masing Layer sudah mempunyai Tugas dan Tanggung Jawab masing-masing dan Saling mengisi satu sama lain, dan sama halnya dengan sebuah kerjasama Kelompok. jika salah satu dari Layer tersebut tidak digunakan berarti tidak akan Terbentuk jaringan.
Masalah utama dalam komunikasi antar komputer dari vendor yang berbeda adalah karena mereka mengunakan protocol dan format data yang berbeda-beda. Untuk mengatasi ini, International Organization for Standardization (ISO) membuat suatu arsitektur komunikasi yang dikenal sebagai Open System Interconnection (OSI) model yang mendefinisikan standar untuk menghubungkan komputer-komputer dari vendor-vendor yang berbeda.
Urutan layer tergantung dari yang mengirim & yang menerima, jika dari pengirim maka urutannya : Application, Presentation, Session, Transport, Network, Data Link, Physical, dan jika ke penerima maka : Physical, Data Link, Network, Transport, Session, Presentation, Application
Fungsi Masing-masing Layer
  1. Physical Layer
Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan, topologi jaringan dan pengabelan. Adapun perangkat-perangkat yang dapat dihubungkan dengan Physical layer adalah NIC (Network Interface Card) berikut dengan Kabel – kabelnya, Ini adalah layer yang paling sederhana; berkaitan dengan electrical (dan optical) koneksi antar peralatan. Data biner dikodekan dalam bentuk yang dapat ditransmisi melalui media jaringan,
  1. DataLink Layer
Berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yangdisebut sebagai frame. Pada Layer ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras seperti Halnya MAC Address, dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti HUB, Bridge, Repeater, dan Switch layer 2 (Switch un-manage) beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi Layer ini menjadi dua Layer anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC), Layer ini sedikit lebih “cerdas” dibandingkan dengan layer physical, karena menyediakan transfer data yang lebih nyata. Sebagai penghubung antara media network dan layer protocol yang lebih high-level, layer data link bertanggung-jawab pada paket akhir dari data binari yang berasal dari level yang lebih tinggi ke paket diskrit sebelum ke layer physical
  1. Network Layer
Tugas utama dari layer network adalah menyediakan fungsi routing sehingga paket dapat dikirim keluar dari segment network lokal ke suatu tujuan yang berada pada suatu network lain. IP, Internet Protocol, umumnya digunakan untuk tugas ini
  1. Transport Layer
Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada layer ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan, Layer transport adalah pusat dari mode-OSI. Layer ini menyediakan transfer yang reliable dan transparan antara kedua titik akhir, layer ini juga menyediakan multiplexing, kendali aliran dan pemeriksaan error serta memperbaikinya.
  1. Session Layer
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di layer ini juga dilakukan resolusi nama, Layer ini menyediakan layanan ke dua layer diatasnya, Melakukan koordinasi komunikasi antara entiti layer yang diwakilinya
  1. Presentation Layer
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Layer presentation dari model OSI melakukan hanya suatu fungsi tunggal: translasi dari berbagai tipe pada syntax sistem
  1. Application Layer
Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan.

Komponen Jaringan & Protokol Layer

  1. 1. Physical Layer
Network components:
  • Repeater
  • Multiplexer
  • Hubs(Passive and Active)
  • TDR
  • Oscilloscope
  • Amplifier
Protocols:
  • IEEE 802 (Ethernet standard)
  • IEEE 802.2 (Ethernet standard)
  • ISO 2110
  • ISDN
  1. 2. Data Link Layer
Network components:
  • Bridge
  • Switch
  • ISDN Router
  • Intelligent Hub
  • NIC
  • Advanced Cable Tester
Protocols:
Media Access Control:
Communicates with the adapter card
Controls the type of media being used:
  • 802.3 CSMA/CD (Ethernet)
  • 802.4 Token Bus (ARCnet)
  • 802.5 Token Ring
  • 802.12 Demand Priority
Logical Link Control
  • error correction and flow control
  • manages link control and defines SAPs
802.2 Logical Link Control
  1. 3. Network Layer
Network components:
  • Brouter
  • Router
  • Frame Relay Device
  • ATM Switch
  • Advanced Cable Tester
Protocols:
  • IP; ARP; RARP, ICMP; RIP; OSFP;
  • IGMP;
  • IPX
  • NWLink
  • NetBEUI
  • OSI
  • DDP
  • DECnet
  1. 4. Transport Layer
Network components:
  • Gateway
  • Advanced Cable Tester
  • Brouter
Protocols:
  • TCP, ARP, RARP;
  • SPX
  • NWLink
  • NetBIOS / NetBEUI
  • ATP
  1. 5. Session Layer
Network components:
  • Gateway
Protocols:
  • NetBIOS
  • Names Pipes
  • Mail Slots
  • RPC
  1. 6. Layer Presentation
Network components:
  • Gateway
  • Redirector
Protocols:
  • None
  1. 7. Application Layer
Network components:
  • Gateway
Protocols:
  • DNS; FTP
  • TFTP; BOOTP
  • SNMP; RLOGIN
  • SMTP; MIME;
  • NFS; FINGER
  • TELNET; NCP
  • APPC; AFP
  • SMB 
Sumber:
Yus-yus16.ga

7 OSI

Nama:Wisnu Rafika
Kelas:XI-TKJ2
Sekolah:SMKN 13 Bandung

I.TUJUAN
– Mengetahui definisi dari setiap istilah yang tidak dimengerti sebelumnya.
– Dapat membedakan CSMA/CD dengan CSMA/CA.
II. LANGKAH KERJA/URAIAN MATERI
  1. Bottleneck
Adalah istilah bagi penyempitan atau menyumbatan lebar jalan. Pada komputer kasus ini sering terjadi karena banyaknya kebutuhan atau data yang akan di proses sementara spesifikasi hardware nya tidak memadai. Meski bottleneck ini tidak seperti virus, tetapi ini sangat mengganggu karena akan membuat komputer kita memiliki kinerja yang lambat dikarenakan komputer harus memproses data yang menumpuk di jalur sempit secara satu persatu.
  1. Bandwidth
Adalah suatu nilai konsumsi transfer data yang dihitung dalam bit/detik atau yang biasanya disebut dengan bit per second (bps), antara server dan client dalam waktu tertentu. Atau bias disebut juga kapasitas maksimum dari suatu jalur komunikasi yang dipakai untuk mentransfer data dalam hitungan detik. Fungsi bandwidth adalah untuk menghitung transaksi data.
  1. Throughput
Adalah kecepatan transfer sebenarnya antara server ke client. client ke server, misal kita download dari sebuah server, dan kecepatan internet kita 100kbps, kecepatan server 1mbps…maka kecepatan Throughput  sebenarnyta adalah 100kbps.
Bedanya throughput dengan bandwidth adalah
Dari ilustrasi gambar di atas, Bandwidth digambarkan dengan pipa warna hijau, sedangkan Throughput digambarkan sebagai garis merah yang landai naik turun.Bandwidth adalah besar data yang bisa dilewatkan pada media terntentu secara teori. Sedangkan Throughput adalah seberapa besar data yang bisa lewat pada kondisi yang sebenarnya (aktual bukan teori).
  1. Broadcast
Adalah suatu metode pengiriman data, yang dimana data tersebut dikirim ke banyak titik sekaligus, tanpa melakukan pemeriksaan atau pengecekan apakah titik tersebut siap atau tidak, ataupun tanpa memperhatikan pakah data tersebut sampai atau tidak. Brodcast juga dapat didefinisikan sebagai layanan server ke client yang menyebarkan data-data kepada beberapa client sekaligus dengan cara paralel dengan akses yang cukup cepat dari sumber video atau sumber audio. Contoh pemakaian broadcast adalah siaran Televisi dan Radio.

  1. CSMA/CD dan CSMA/CA
CSMA CA = Carrier Sense Multiple Access collision avoidance, merupakan suatu metode Media Access Control yang digunakan pada jaringan ethernet,pada metode ini sebuah node akan memberi tahu pada node lain bahwa trafik sedang dipakai dan harus mengalah/dihindari.
CSMA CD = Carrier Sense Multiple Access Collision Detection
adalah sebuah metode media access control (MAC) yang digunakan oleh teknologi jaringan Ethernet. Dengan metode ini, sebuah node jaringan yang akan mengirim data ke node tujuan pertama-tama akan memastikan bahwa jaringan sedang tidak dipakai untuk transfer dari dan oleh node lainnya.
*node adalah sebuah titik sambung.
6.Flooding
Flooding adalah masalah ketika IP membuat jalur pada bandwidth yang kita miliki sehingga menjadi dan proses pengiriman field atau data menjadi sangat terganggu dan sering kita bilang dengan “Lemot” ketika kita memasuki jaringan internet.
III. DATAR PUSTAKA
https://idcloudhost.com/pengertian-dan-fungsi-bandwidth
-Yus-yus16.ga

Mencari Arti Istilah Dasar Dalam Jaringan

Posted by : Wisnu Rafika 0 Comments
Nama:Wisnu Rafika
Kelas:XI-TKJ2
Sekolah:SMKN 13 Bandung
  1.  TUJUAN
  • dapat memahami pengertian segmentasi lan
  • dapat memahami Collision domain pada segmentasi lan
  • datap memahami dan mengerti segemntation with bridge

  1. Konsep Dasar:
 Segmentasi lan berguna untuk meningkatkan Kinerja atau perfomansi Lan,
Lan yang akan menciptakan lingkungan yang multitasking dengan berbagai OS untuk dapat melakukan transaksi secara simultan
segmentasi lan memiliki administrator yang berfungsi sebagai mensteralisasi kebutuhan informasinya agar dapat secara mudah di maintain atau di proteksi
  1. Langkah Kerja:
Segmentasi Lan memiliki bagian2 penting mulai dari bandwith,kinerja protokol,hub,switch dan collison domain dan masih banyak lagi,
=> Aplikasi Multimedia umumnya memerlukan Bandiwth,jika bandwith yang di keluarkan besar maka akan menimbulkan kemacetan alurnya data
=>Kinerja Protokol:CSMA/CD dapat terjadi Collision pada sewaktu-waktu yang tak di tentukan(tiba-tiba)
=>Lamanya transmisi pada 10BASE-T untuk 4 buah kapasitas frame yang berbeda
=>10BASE-T ->Standarisasi Cabling untuk IEEE 802.3

=>jarak Lan yang dapat disokong suatu media dapat terbatas hal ini dapat menimbulkan attenuation .Attunuation adalah pelemahan sinyal akibat adanya resistansi dari kabel
=>Ethernet Repeater salah satu perangkat yang mampu meregenerate sinyal pada media
Hub pada dasarnya memiliki kemampuan sebagai repeater ini  namun ia dapat menimbulkan efek negatif dalam performansi network akibat broadcast yang di lakukanya yang juga dapat menimbulkan collision itulah mengapa daerah jangkauan hub di sebut collision domain.sedangkan bridge dan juga switch walau mampu menghindari collision domain ,ia melakukan pengiriman broadcast dengan menggunakan protokol tertentu,agar bisa membatasi broadcast domain ini perlukan router,
=>Collision Domain

=>Bridge:Apabila segmentasi lan menggunakan bridge maka akan meningkatkan performansi berupa ketersediaan bandwith yang besar ,sebab semakin sedikit user yang menggunakan bandwith pada lan yang di segmentasi tersebut BRIDGE “mempelajari” Segmentasi lan dengan membangun suatu mac table


=>Segmentasi With Bridges:
Router lebih advance dari bridge karena bersigat pasif dalam melakukan forwarding antar segment jika router berrsifat aktif.Router dapat melakukan suatu Forwarding decision antar segmen untuk mendapatkan jalur terbaik
  1. Kesimpulan:
Apabila segmentasi lan menggunakan bridge maka akan meningkatkan performansi berupa ketersediaan bandwith yang besar ,sebab semakin sedikit user yang menggunakan bandwith pada lan yang di segmentasi tersebut BRIDGE mempelajari Segmentasi lan dengan membangun suatu mac table. Router lebih advance dari bridge karena bersifat pasif dalam melakukan forwarding antar segment jika router berrsifat aktif.Router dapat melakukan suatu Forwarding decision antar segmen untuk mendapatkan jalur terbaik

  1. Daftar Pustaka:
-https://www.yumpu.com/id/document/view/23591596/internetworking/4
-https://blog.dhifoaksa.id/?p=171
-yus-yus16.ga

Segmentasi LAN

Posted by : Wisnu Rafika 0 Comments
Nama:Wisnu Rafika
Kelas:XI-Tkj 2
Sekolah:SMKN 13 Bandung

I.Tujuan
  • Mengetahui perintah – perintah dasar untuk konfigurasi switch
  • Bisa mengkonfigurasi switch
II. Konsep Dasar
Switch adalah perangkat jaringan komputer yang berfungsi sebagai konektor atau penghubung. Dilihat dari fungsinya Switch mirip dengan HUB, tetapi HUB bersifat broadcast atau setiap data yang dikirim akan diterima oleh semua perangkat yang terhubung dengan HUB.
Dalam pengkonfigurasian switch kita memerlukan komputer untuk berperan sebagai remote switch, Karena switch tidak memiliki monitor atau tombol untuk mengkonfigurasi . Untuk mengkonfigurasi switch, kabel yang kita gunakan untuk menghubungkan komputer dan switch adalah kabel console.
             A.Jenis – Jenis Mode Konfigurasi Switch
Dalam konfigurasi switch terbagi dalam beberapa mode, mode tersebut dapat kita bedakan atau ditandai oleh simbol – simbol berikut.
  • User mode ( Switch> )
Jika dalam terminal konfigurasi switch tampilannya Switch> maka tandanya anda sedang berada dalam user mode, biasanya mode ini adlah mode yang dijalankan ketika kita pertamakali membuka terminal atau masuk untuk mengkonfigurasi switch.Dalam mode ini kita hanya bisa melakukan perintah – perintah yang bersifat monitoring atau view.
  • Privileged mode ( Swiitch# )
Jika dalam terminal konfigurasi switch tampilannya Switch# maka tandanya anda sudah berada dalam priveleged mode, untuk berpindah dari user mode ke privileged mode anda bisa menggunakan perintah enable (Switch>enable). Dalam mode ini kita bisa melakukan perintah yang berhubungan dengan konfigurasi untuk akses ke switch.
Global config privileged mode ( Switch(config)# )
Untuk masuk ke mode ini kita harus masuk ke Privileged mode terlebih dahulu, kemudian kita ketik perintah config t( Switch#config t
               B.Perintah – Perintah Dasar Konfigurasi Switch
Berikut perintah – perintah dasar yang dapat kita lihat dengan mengetikan perintah tanda tanya ( Switch#? )
clear            >>>  Mereset konfigurasi
clock           >>>  Mengatur waktu/jam sistem
configure   >>>  Masuk ke mode konfigurasi
connect      >>>  Mebuka koneksi terminal
copy            >>>  menyalin dari satu file ke file lainnya
debug          >>>  Mengaktifkan fungsi debugging
delete          >>>  Menghapus file
dir                 >>>  Daftar/list file pada file sistem
disable         >>>  Mematikan perintah istimewa
disconnect  >>>  Memutus koneksi jaringan yang ada
enable         >>>  Mengaktifkan perintah istimewa (privileged mode)
erase           >>>  Menghapus sebuah file sistem
exit              >>>  Keluar dari EXEC
logout         >>>  Keluar dari EXEC
more           >>>  Menampilkan isi dari sebuah file
no                >>>  Menonaktifkan informasi debug
ping             >>>  Mengirim pesan echo
reload         >>>  Menghentikan dan melakukan cold restart
resume       >>>  Melanjutkan koneksi jaringan aktif
setup           >>>  Menjalankan fasilitas perintah setup
show           >>>  Menampilkan informasin system yang sedfang berjalan
ssh               >>>  Membuka koneksi klien shell yang aman
telnet          >>>  Membuka koneksi telnet
terminal      >>>  Mengatur parameter terminal line
traceroute  >>>  Trace route ke tujuan
undebug     >>>  Menonaktifkan fungsi debugging
vlan              >>>  Mengkonfigurasi parameter VLAN
write            >>>  Menuliskan konfigurasi yang berjalan ke memori, jaringan, atau terminal
           
C.Perintah umum pada Switch CISCO PACKET TRACER
1. Menampilkan jam dan tanggal
Switch>show clock
2. Menampilkan versi IOS
Switch#clock set hh:mm:ss dd:mm:yyyy
3. Menampilkan History sebelumnya
Switch>show history
4. Menentukan hostname
Switch>en
Switch#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Switch(config)#hostname Catalyst
Catalyst(config)#^Z
Catalyst#
5. Mengganti hostname
Switch>enable
Switch#config t
Switch(config)#hostname budidarma
Switch(config)#exit
Switch#logout
6. Mereboot switch
Switch#reboot
7. Mengganti tanggal/jam
Switch#clock set hh:mm:ss dd:mm:yyyy
8. Untuk masuk ketingkat Global
Switch#config t
Switch(config)#
9. Menampilkan startup configuration
switch>enable atau bisa dengan mengetikan en
switch#show startup-config
10. Menentukan Jam dan tanggal
switch>enable
switch#clock set 12:20:20 5 october 2012
switch#show clock
11. Menghapus startup configuration
Catalyst#erase startup-config
Catalyst#show startup-config
Catalyst#reload
12. File Image IOS
Switch#show flash
Switch#dir flash
13. File system configuration
Switch#show boot
14. Untuk me-reset suatu fungsi
Switch(config)#Clear
15. Menyimpan Configurasi
Switch>enable
Switch#copy running-config startup-config
Enter untuk OK
16. Keluar dari Switch
Switch#disable
17. Keluar dari Console
Switch#logout
18. Help command
Switch#?
19. Membuat banner
Switch> enable
Switch#config t
Switch(config)#Banner MOTD “Cisco sys”
Switch(config)#Exit
Switch#logout
20. Mengaktifkan VLAN
Switch>enable
Switch#config t
Switch(config)#interface Vlan 100
Switch(config-if)#description name lab-1
Switch(config-if)#no shutdown
Switch(config-if)#exit
21. Membuat VLAN
Switch>enable
Switch#Vlan Database
Switch(Vlan)#Vlan 100 name Lab-1
Switch(Vlan)#Vlan 500 name Lab-2
Switch(Vlan)#exit
22. Menampilkan VLAN
Switch#Show Vlan
23. Mensetting Port pada VLAN
Switch>enable
Switch#config t
Switch(config)#interface FA 0/1
Switch(config-if)#switchport access Vlan 100
Switch(config-if)#no shutdown
Switch(config-if)#exit
24. Mensetting IP Address Pada VLAN
Switch>enable
Switch#config t
Switch(config)#interface Vlan 100
Switch(config-if)#IP Address 10.10.10.249 255.255.255.248
25. Menyimpan Configurasi
Switch>enable
Switch#copy running-config startup-config
Enter untuk OK
26. .Keluar dari Switch
Switch#disable
27. Keluar dari Console
Switch#logout
28. Hot keys:
Kursor pindah ke awal baris : Ctrl + A
Kursor ke akhir baris : Ctrl + E
Mundur 1 kata : Esc + B
Mundur 1 karakter : Ctrl + B
Maju 1 karakter : Ctrl + F
Menghapus : Backspace
Melihat perintah sebelumnya : Up arrow atau Ctrl + P
29. Encrypting Password
Switch(config)#service password-encryption
Switch(config)#^z
30. Melihat, menyimpan dan menghapus konfigurasi
Switch#sh run (melihat)
Switch#copy run start (menyimpan)
Switch#erase startup-config (menghapus)
D.Kesimpulan
Dalam mengkonfigurasi switch kita memerlukan sebuah komputer untuk menjadi remot dari switch itu. Karena remot switch merupakan komputer maka ada beberapa perintah yang harus kita ketahui untuk mengkonfigurasi switch.
E.Daftar Pustaka
http://www.andrianext.web.id/2016/06/perintah-dasar-konfigurasi-router-switch-cisco.html
yus-yus16.tkj2-13.com

Perintah Dasar Pada Switch Dalam Cisco Packet Tracer

Posted by : Wisnu Rafika 1 Comment

Perbedaan OSI LAYER dan TCP/IP

TCP/IP atau Transmission Control Protocol/Internet Protocol adalah model jaringan yang digunakan untuk komunikasi data dalam proses tukar-menukar informasi di internet. Sedangkan OSI Model atau Open System Interconnection Model adalah sebuah model jaringan yang dikembangkan secara resmi oleh International Standart Organization untuk melakukan sebuah standarisasi proses pembentukan jaringan yang sebelumnya dimiliki oleh masing-masing vendor pembuat jaringan komputer. Kedua model tersebut bertujuan untuk melakukan standarisasi pengggunaan jaringan.
 
Tabel Perbandingan OSI Layer dan TCP/IP Layer :


                                      PERBEDAAN MODEL OSI DAN TCP/IP

  •   Perbedaan antara model OSI dan TCP/IP antara lain :

  1. OSI layer memiliki 7 buah layer, dan TCP/IP hanya memiliki 4 Layer.
  2. TCP/IP layer merupakan “Protocol Spesific”, sedangkan OSI Layer adalahProtocol Independen.3.
  3. Layer teratas pada OSI layer, yaitu application, presentation, dan sessiondirepresentasikan kedalam 1 lapisan Layer TCP/IP,yaitu layer.
  4. Semua standard yang digunakan pada jaringan TCP/IP dapat diperoleh secaracuma-cuma dari berbagai komputer di InterNet, tidak seperti OSI.
  5. Perkembangan ISO/OSI tersendat tidak seperti TCP/IP.
  6. Untuk jangka panjang, kemungkinan TCP/IP akan menjadi standart dunia jaringankomputer, tidak seperti OSI.
  7. OSI mengembangkan modelnya berdasarkan teori, sedangkan TCPmengembangkan modelnya setelah sudah diimplementasikan.
  8. TCP/IP mengombinasikan presentation dan session layer OSI ke dalam applicationlayer.
  9. TCP/IP mengombinasikan data link dan physical layers OSI ke dalam satu layer.
  10. TCP/IP lebih sederhana dengan 4 layer.
  11. TCP/IP lebih kredibel karena protokolnya. Tidak ada network dibangun dengan protokol OSI,walaupun setiap orang menggunakan model OSI untuk memandu pikiran mereka. 
Sumber: http://annyaasss.blogspot.co.id/2013/03/perbedaan-dan-persamaan-osi-layer-dan.html

Perbedaan Standar OSI Dengan

Posted by : Wisnu Rafika 2 Comments

- Copyright © Welcome To My Simple Blog - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -